Voice Note Istri Kades Diduga Tekan Penerima Bansos

- Redaksi

Sabtu, 8 November 2025 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI — Warga mendengarkan rekaman voice note berisi dugaan tekanan terhadap penerima bantuan sosial di Kecamatan Giligenting, Sumenep.

ILUSTRASI — Warga mendengarkan rekaman voice note berisi dugaan tekanan terhadap penerima bantuan sosial di Kecamatan Giligenting, Sumenep.

SUMENEP – Sebuah rekaman suara yang diduga milik istri Kepala Desa (Kades) Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, berinisial F, beredar luas di sejumlah grup WhatsApp warga. Konten rekaman tersebut memicu kegelisahan publik karena berisi larangan, tekanan, hingga ancaman terhadap warga penerima bantuan sosial (bansos) agar mencairkan dana hanya di satu agen tertentu.

Voice note berdurasi lebih dari dua menit itu terdengar memberikan instruksi kepada penerima manfaat berbagai jenis bantuan agar tidak mencairkan dana di agen lain.

“Untuk semua pemegang kartu, baik lama maupun baru, dari semua jenis bantuan. Jangan sampai ada yang ambil di agen lain. Kalau saya temukan, saya laporkan ke suami saya,” demikian petikan suara yang kini ramai menjadi perbincangan warga, Sabtu (8/11).

Baca Juga:  Rukyatul Hilal Sumenep Hasil Nihil, Mendung Tutupi Langit

Pada bagian lain, suara dalam rekaman juga mengklaim memiliki kewenangan dalam penghapusan nama penerima bantuan.

“Saya memang tidak bisa memasukkan nama baru, tapi kalau menghapus, saya punya hak,” ucapnya dengan intonasi tegas.

Pernyataan tersebut memunculkan dugaan adanya penyalahgunaan posisi karena proses validasi dan perubahan data penerima bantuan merupakan kewenangan Dinas Sosial melalui sistem SIKS-NG, bukan pihak keluarga aparatur desa.

Rekaman itu juga memuat pengakuan mengenai pemotongan nominal bantuan dengan alasan pembangunan fasilitas desa.

“Jangan coba macam-macam. Kemarin saya minta dan memotong beberapa nominal. Itu saya lakukan karena mau bangun kamar mandi dan mengaspal jalan. Ini demi kemajuan desa,” lanjut suara dalam rekaman.

Baca Juga:  TK Bina Anaprasa Kusuma Bangsa Tanamkan Nilai Kepedulian Lewat Aksi Berbagi Takjil

Dugaan Penyalahgunaan Wewenang dan Konflik Kepentingan

Dalam ketentuan penyaluran bansos, penerima manfaat dibebaskan memilih agen resmi mana pun yang terdaftar. Mengarahkan atau memaksa warga mencairkan bantuan di satu titik yang dikelola keluarga aparatur desa dianggap sebagai bentuk intervensi dan berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

Warga yang dikonfirmasi secara terpisah mengaku khawatir dengan ancaman pemotongan atau penghapusan nama dari daftar penerima bantuan.

“Kalau tidak ikut, katanya nama bisa dicoret. Ya takut,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Baca Juga:  Tak Ada Kata Terlambat, Warga Binaan Rutan Sumenep Antusias Belajar Mengaji dari Nol

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa bantuan publik dijadikan alat tekanan terhadap warga miskin atau kelompok rentan.

Belum Ada Penjelasan Resmi

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Galis maupun istrinya, F, belum memberikan keterangan resmi terkait rekaman yang beredar. Upaya konfirmasi kepada pihak Kecamatan Giligenting dan Dinas Sosial Sumenep juga belum mendapat tanggapan.

Catatan Redaksi:

Berita ini disusun berdasarkan rekaman suara yang beredar di media sosial dan grup WhatsApp warga Giligenting. Seluruh kutipan berasal dari voice note yang tersebar luas. Seluruh temuan masih berstatus dugaan karena belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait.

Facebook Comments Box

Penulis : Novalia Ayu Nur Syafitri

Editor : Wasilatil Maghfirah

Sumber Berita: Redaksi

Berita Terkait

Pendamping PKH Sumenep Tegaskan Pemotongan Bantuan Ilegal
Dugaan Intimidasi PKH Galis Meluas, Pemotongan Bantuan Terungkap
Layani Masyarakat Tampilkan Pelayanan Humanis di Satpas SIM
Satlantas Sumenep Sosialisasikan Program Pemutihan Pajak Kendaraan
Korsleting Listrik Sebabkan Kebakaran Laundry, Satu Tewas
100 Oknom Kasus BSPS Sumenep 2024 Diperiksa Kejati Jatim
Polsek Dungkek Gencarkan Program Ketahanan Pangan, Warga Diajak Manfaatkan Pekarangan
Kurangi Overcrowding, Rutan Sumenep Pindahkan Narapidana ke Lapas Arjasa

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 18:46 WIB

Pendamping PKH Sumenep Tegaskan Pemotongan Bantuan Ilegal

Sabtu, 8 November 2025 - 15:31 WIB

Dugaan Intimidasi PKH Galis Meluas, Pemotongan Bantuan Terungkap

Sabtu, 8 November 2025 - 14:23 WIB

Voice Note Istri Kades Diduga Tekan Penerima Bansos

Senin, 3 November 2025 - 13:30 WIB

Layani Masyarakat Tampilkan Pelayanan Humanis di Satpas SIM

Senin, 3 November 2025 - 11:39 WIB

Satlantas Sumenep Sosialisasikan Program Pemutihan Pajak Kendaraan

Berita Terbaru

Para wisudawan Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura merayakan kelulusan dengan penuh sukacita bersama pimpinan kampus pada prosesi wisuda yang berlangsung meriah dan tertib.

Pendidikan

Uniba Madura Gelar Wisuda Keempat Tahun Akademik 2025

Rabu, 10 Des 2025 - 20:13 WIB

Willy Aditya - Ketua Komisi XIII DPR RI

Nasional

Peringati Hari HAM, Willy Aditya Serukan Penegakan Keadilan

Rabu, 10 Des 2025 - 18:50 WIB