Puisi Seset: Senja yang Tak Pulang

- Redaksi

Senin, 14 Juli 2025 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SESET Nama pena dari Ajeng Ayuningtias Putri berasal dari kepulauan Masalembu. sekarang aktif di UKM SANGGAR DHEMAR UNIBA MADURA. Konsisten menulis puisi sejak tahun 2023.

SESET Nama pena dari Ajeng Ayuningtias Putri berasal dari kepulauan Masalembu. sekarang aktif di UKM SANGGAR DHEMAR UNIBA MADURA. Konsisten menulis puisi sejak tahun 2023.

Setiap senja adalah pengingat bahwa segala yang indah pun memiliki akhirnya. Warna jingga yang membakar langit hanya singgah sebentar, lalu perlahan ditelan gelap. Dalam hidup, kita sering mendapati diri berdiri di ambang seperti itu—menyaksikan sesuatu yang pernah kita genggam pergi, dan menyisakan ruang kosong yang tak tahu harus diisi dengan apa. “Senja yang Tak Pulang” adalah meditasi tentang kehilangan, rindu yang tak menemukan rumah, dan pertanyaan-pertanyaan batin yang kita simpan sendiri dalam diam. Ini adalah kisah tentang hati yang pernah hangat namun kini hanya bayangan.

Di ambang senja aku berdiri,
Menatap langit yang dulu kau sukai.
Warnanya masih sama,
Tapi tanpamu, semuanya berubah.

Baca Juga:  Puisi Afif kbr: Media Transfigurasi Tuhan

Langkahmu telah lama pergi,
Meninggalkan jejak yang tak bisa ku hapus.
Aku menunggu, seperti malam menanti pagi,
Dengan hati yang semakin rapuh.

Kata tak lagi punya arti,
Sejak suaramu hilang dalam sunyi.
Segala tawa jadi luka berdarah,
Kenangan jadi jerat yang parah.

Kau tahu?
Rinduku tak tahu kemana harus pulang,
Sebab rumahnya telah kau bawa bersama kepergian.
Kini aku hanya bayangan,
Berjalan dalam hidup yang hampa dan diam.

Baca Juga:  Puisi Irvan-ghentong: Tuhan nan Cinta


Mungkin pada akhirnya, rindu bukanlah tentang menunggu kepulangan orang lain, melainkan tentang menemukan jalan pulang ke dalam diri sendiri. Dalam kehilangan, kita belajar bahwa senja tak pernah benar-benar pergi—ia hanya bersembunyi di balik malam, menunggu untuk kembali esok hari. Begitu juga dengan kita; meski hampa, kita tetap berjalan, membawa sisa-sisa cahaya dari mereka yang pernah kita cintai. Sebab, barangkali yang kita cari bukanlah kepulangan mereka, tapi kepulangan hati kita sendiri yang tersesat bersama perginya mereka.

SESET : Nama pena dari Ajeng Ayuningtias Putri berasal dari kepulauan Masalembu. sekarang aktif di UKM SANGGAR DHEMAR UNIBA MADURA. Konsisten menulis puisi sejak tahun 2023.

Facebook Comments Box

Penulis : Seset

Editor : Soemarda Paranggana

Sumber Berita: Redaksi

Berita Terkait

Tokoh Sumenep Masuk Pengurus Pusat MAKN, Bukti Sumenep Masih Eksis di Kancah Nasional
Pasar Pornama Dibuka Perdana Nanti Malam di Sumenep
Puisi Seset: Mantra Baja di Balik Lestari
Puisi Seset: Negeri yang Tak Menyapa Pulau
Puisi Afif kbr: Media Transfigurasi Tuhan
Puisi Irvan-ghentong: Tuhan nan Cinta
POJIYAN
Jelang Lebaran Ketupat, Permintaan Ketupat Melonjak Drastis

Berita Terkait

Kamis, 30 Oktober 2025 - 14:45 WIB

Tokoh Sumenep Masuk Pengurus Pusat MAKN, Bukti Sumenep Masih Eksis di Kancah Nasional

Selasa, 7 Oktober 2025 - 08:53 WIB

Pasar Pornama Dibuka Perdana Nanti Malam di Sumenep

Jumat, 18 Juli 2025 - 12:23 WIB

Puisi Seset: Mantra Baja di Balik Lestari

Kamis, 17 Juli 2025 - 20:05 WIB

Puisi Seset: Negeri yang Tak Menyapa Pulau

Senin, 14 Juli 2025 - 22:26 WIB

Puisi Afif kbr: Media Transfigurasi Tuhan

Berita Terbaru

Para wisudawan Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura merayakan kelulusan dengan penuh sukacita bersama pimpinan kampus pada prosesi wisuda yang berlangsung meriah dan tertib.

Pendidikan

Uniba Madura Gelar Wisuda Keempat Tahun Akademik 2025

Rabu, 10 Des 2025 - 20:13 WIB

Willy Aditya - Ketua Komisi XIII DPR RI

Nasional

Peringati Hari HAM, Willy Aditya Serukan Penegakan Keadilan

Rabu, 10 Des 2025 - 18:50 WIB