Puisi Irvan-ghentong: Tuhan nan Cinta

- Redaksi

Senin, 14 Juli 2025 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puisi Irvan-ghentong: Tuhan nan Cinta

Puisi Irvan-ghentong: Tuhan nan Cinta

Di setiap jiwa ada ruang hampa yang kadang tak bisa diisi oleh cinta manusia, harta, atau tawa perayaan. Ruang itu hanya mengenal sepi—sepi yang membuat kita bertanya: “Apakah cinta itu memang ada untukku, atau hanya mitos yang ditulis oleh jiwa-jiwa yang sempurna?” Dalam gelisah yang tak terjawab, kita sering mendongak ke langit, mencoba memanggil Tuhan, berharap Ia turun sebentar saja untuk memberi sedikit penjelasan tentang makna cinta. Puisi ini adalah bisikan batin yang lirih, tetapi juga pekik ke langit, tentang cinta yang terasa jauh, dan tentang rindu yang mencoba mendekat kepada Sang Pemilik Segala Cinta.

Karya: Irvan-ghentong

Angin lewat diantara pepohonan
Kendaraan melaju berlawanan
Ditemani bak pasangan
Untuk berkencan

Baca Juga:  Tokoh Sumenep Masuk Pengurus Pusat MAKN, Bukti Sumenep Masih Eksis di Kancah Nasional

Mbak cantik memeluk erat
Untuk menampilkan kemesraan
Menghadirkan kehangatan
Dalam malam yang penuh kedinginan

Namun itu berlaku pada jiwa yang sempurna
Tidak untuk diriku
Yang hanya numpang pada dunia

Tuhan..
Apakah engkau berkenan meluangkan waktu
untuk berdiskusi dengan ku
Tentang malam seng indah
Yang penuh dengan cinta
Namun tidak untuk diriku

Tuhan..
Sudikah engkau menjawab pertanyaan ku
Tentang apa itu cinta.?
Nan buat siapa itu cinta.?
Aku tidak merasakan cinta seorang wanita
Selain cinta nya seorang ibu kepada anaknya

Semut semut berdatangan
Meraba seluruh tubuh ku
Apakah itu engkau tuhan
Dengan membawa cinta nya

Baca Juga:  Puisi Seset: Negeri yang Tak Menyapa Pulau

Ohhh .. tidak
Semut semut itu bukan engkau tuhan
Jikalau itu engkau kenapa ketika aku usir semut semut itu menjauh dari ku
Padahal pinta ku ingin berdiskusi dengan mu

Tuhan..
Semut semut itu kembali bersetubuh dengan ku
Apakah itu engkau tuhan
Jawab tuhan
Jangan bungkam
Aku ingin tau apa itu cinta
Pada siapa cinta itu berkelana

Sudah lah tuhan..
Kita bertemu di sepertiga malam saja
Biar aku lebih dekat dengan mu
Dalam sujud terakhir
Di sholat malam ku

Barangkali, cinta bukanlah sekadar pelukan, bukan pula sekedar kehadiran manusia lain yang memeluk hangat di malam dingin. Cinta mungkin adalah kerinduan itu sendiri, yang mendorong kita sujud di ujung malam, mengadu kepada Tuhan. Dan di dalam sunyi sujud itulah, jawaban Tuhan sering datang—bukan dalam kata, tapi dalam rasa yang tiba-tiba menenangkan. Puisi ini menyingkapkan sebuah perjalanan, dari rasa hampa hingga kepada doa: bahwa cinta tertinggi adalah ketika kita menemukan Tuhan sebagai satu-satunya tujuan.

 

Baca Juga:  POJIYAN

GHENTONG: Nama pena dari Irvan Aziz, alamat Ponjanan Barat Batu Mar-Mar Panekasan. pernah bergabung dalam ukm-p sanggar teater iqro’. dan sekarang aktif di sanggar DHEMAR UNIBA MADURA, Konsisten menulis puisi sejak 2023.

Facebook Comments Box

Penulis : Irvan-ghentong

Editor : Soemarda Paranggana

Sumber Berita: Redaksi

Berita Terkait

Tokoh Sumenep Masuk Pengurus Pusat MAKN, Bukti Sumenep Masih Eksis di Kancah Nasional
Pasar Pornama Dibuka Perdana Nanti Malam di Sumenep
Puisi Seset: Mantra Baja di Balik Lestari
Puisi Seset: Negeri yang Tak Menyapa Pulau
Puisi Afif kbr: Media Transfigurasi Tuhan
Puisi Seset: Senja yang Tak Pulang
POJIYAN
Jelang Lebaran Ketupat, Permintaan Ketupat Melonjak Drastis

Berita Terkait

Kamis, 30 Oktober 2025 - 14:45 WIB

Tokoh Sumenep Masuk Pengurus Pusat MAKN, Bukti Sumenep Masih Eksis di Kancah Nasional

Selasa, 7 Oktober 2025 - 08:53 WIB

Pasar Pornama Dibuka Perdana Nanti Malam di Sumenep

Jumat, 18 Juli 2025 - 12:23 WIB

Puisi Seset: Mantra Baja di Balik Lestari

Kamis, 17 Juli 2025 - 20:05 WIB

Puisi Seset: Negeri yang Tak Menyapa Pulau

Senin, 14 Juli 2025 - 22:26 WIB

Puisi Afif kbr: Media Transfigurasi Tuhan

Berita Terbaru

Para wisudawan Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura merayakan kelulusan dengan penuh sukacita bersama pimpinan kampus pada prosesi wisuda yang berlangsung meriah dan tertib.

Pendidikan

Uniba Madura Gelar Wisuda Keempat Tahun Akademik 2025

Rabu, 10 Des 2025 - 20:13 WIB

Willy Aditya - Ketua Komisi XIII DPR RI

Nasional

Peringati Hari HAM, Willy Aditya Serukan Penegakan Keadilan

Rabu, 10 Des 2025 - 18:50 WIB