SURABAYA – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Indriani, mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim segera turun tangan menangani Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Kabupaten Sumenep. Hingga pekan pertama Agustus 2025, tercatat 1.534 kasus campak dengan enam anak meninggal dunia.
Menurut legislator asal Sumenep itu, langkah Dinkes Kabupaten Sumenep yang melakukan imunisasi massal melalui Outbreak Response Immunization (ORI) patut diapresiasi. Namun, kata dia, masalah besar seperti KLB campak tidak bisa ditangani sendiri oleh daerah.
“Ini warning agar semua elemen turun tangan, termasuk Dinkes Jatim. Saya mendukung penuh imunisasi massal, tapi jangan biarkan Sumenep bergerak sendiri. Harus ada intervensi dari provinsi agar rantai penyebaran bisa segera terputus,” tegas Indriani, Rabu (20/8/2025).
Ia menekankan, keterlibatan masyarakat juga menjadi kunci dalam menekan penyebaran campak. Tidak hanya membawa anak ke pos imunisasi, warga juga diminta menjaga pola hidup sehat, mulai dari kebersihan lingkungan hingga pemenuhan gizi anak.
“Campak menyerang paling banyak anak di bawah lima tahun. Ini harus menjadi perhatian serius, jangan menunggu korban bertambah,” lanjutnya.
Dinas Kesehatan Sumenep sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran ke desa-desa terkait isolasi pasien campak serta melakukan microplanning di seluruh puskesmas. Meski begitu, Indriani menilai dukungan teknis, logistik, dan pendanaan dari Dinkes Jatim sangat mendesak.
“Kalau dibiarkan, KLB ini bisa semakin meluas. Saya berharap pemerintah provinsi segera mengambil langkah cepat,” pungkasnya.
Penulis : Novalia Ayu Nur Syafitri
Editor : Wasilatil Maghfirah
Sumber Berita: Redaksi






