Legislator Jatim Indriani Desak Pemerintah Provinsi Serius Tangani Campak di Sumenep

- Redaksi

Kamis, 21 Agustus 2025 - 11:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur asal Sumenep, Indriani, saat memberikan keterangan terkait penanganan KLB campak di Sumenep.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur asal Sumenep, Indriani, saat memberikan keterangan terkait penanganan KLB campak di Sumenep.

SURABAYA – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Indriani, mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim segera turun tangan menangani Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Kabupaten Sumenep. Hingga pekan pertama Agustus 2025, tercatat 1.534 kasus campak dengan enam anak meninggal dunia.

Menurut legislator asal Sumenep itu, langkah Dinkes Kabupaten Sumenep yang melakukan imunisasi massal melalui Outbreak Response Immunization (ORI) patut diapresiasi. Namun, kata dia, masalah besar seperti KLB campak tidak bisa ditangani sendiri oleh daerah.

Baca Juga:  Willy Aditya Ajak Gen Z Bangkit, Jangan Terjebak dalam Krisis Identitas

“Ini warning agar semua elemen turun tangan, termasuk Dinkes Jatim. Saya mendukung penuh imunisasi massal, tapi jangan biarkan Sumenep bergerak sendiri. Harus ada intervensi dari provinsi agar rantai penyebaran bisa segera terputus,” tegas Indriani, Rabu (20/8/2025).

Ia menekankan, keterlibatan masyarakat juga menjadi kunci dalam menekan penyebaran campak. Tidak hanya membawa anak ke pos imunisasi, warga juga diminta menjaga pola hidup sehat, mulai dari kebersihan lingkungan hingga pemenuhan gizi anak.

Baca Juga:  KPK Soroti Dugaan Penyimpangan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis

“Campak menyerang paling banyak anak di bawah lima tahun. Ini harus menjadi perhatian serius, jangan menunggu korban bertambah,” lanjutnya.

Dinas Kesehatan Sumenep sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran ke desa-desa terkait isolasi pasien campak serta melakukan microplanning di seluruh puskesmas. Meski begitu, Indriani menilai dukungan teknis, logistik, dan pendanaan dari Dinkes Jatim sangat mendesak.

Baca Juga:  BPRS Bhakti Sumekar Raih Penghargaan KEJAR Awards 2025

“Kalau dibiarkan, KLB ini bisa semakin meluas. Saya berharap pemerintah provinsi segera mengambil langkah cepat,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Novalia Ayu Nur Syafitri

Editor : Wasilatil Maghfirah

Sumber Berita: Redaksi

Berita Terkait

Peringati Hari HAM, Willy Aditya Serukan Penegakan Keadilan
BPRS Bhakti Sumekar Raih Penghargaan KEJAR Awards 2025
Delapan Anggota DPR RI Dapil Madura Kantongi Gaji dan Tunjangan di Atas Rp100 Juta Per Bulan
KPK Soroti Dugaan Penyimpangan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis
Willy Aditya Ajak Gen Z Bangkit, Jangan Terjebak dalam Krisis Identitas
KH Aliyadi Mustofa Serap Aspirasi Warga Bira Barat: Dari Jalan Rusak hingga Pemberdayaan Pesantren
Kesenjangan di Madura Masih Tinggi, Nur Faizin Desak Pemprov Jatim Beri Perhatian Serius

Berita Terkait

Rabu, 10 Desember 2025 - 18:50 WIB

Peringati Hari HAM, Willy Aditya Serukan Penegakan Keadilan

Jumat, 22 Agustus 2025 - 15:21 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Raih Penghargaan KEJAR Awards 2025

Kamis, 21 Agustus 2025 - 11:06 WIB

Legislator Jatim Indriani Desak Pemerintah Provinsi Serius Tangani Campak di Sumenep

Rabu, 20 Agustus 2025 - 14:26 WIB

Delapan Anggota DPR RI Dapil Madura Kantongi Gaji dan Tunjangan di Atas Rp100 Juta Per Bulan

Senin, 10 Maret 2025 - 12:08 WIB

KPK Soroti Dugaan Penyimpangan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru

Para wisudawan Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura merayakan kelulusan dengan penuh sukacita bersama pimpinan kampus pada prosesi wisuda yang berlangsung meriah dan tertib.

Pendidikan

Uniba Madura Gelar Wisuda Keempat Tahun Akademik 2025

Rabu, 10 Des 2025 - 20:13 WIB

Willy Aditya - Ketua Komisi XIII DPR RI

Nasional

Peringati Hari HAM, Willy Aditya Serukan Penegakan Keadilan

Rabu, 10 Des 2025 - 18:50 WIB