Dugaan Intimidasi PKH Galis Meluas, Pemotongan Bantuan Terungkap

- Redaksi

Sabtu, 8 November 2025 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI — Proses pencairan bantuan sosial menggunakan identitas penerima, menyoroti dugaan pemotongan dan tekanan terhadap warga dalam penyaluran bantuan di Desa Galis. (Istimewa)

ILUSTRASI — Proses pencairan bantuan sosial menggunakan identitas penerima, menyoroti dugaan pemotongan dan tekanan terhadap warga dalam penyaluran bantuan di Desa Galis. (Istimewa)

SUMENEP – Polemik dugaan intimidasi dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) di Desa Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, kembali menyeruak. Setelah voice note berisi ancaman pencairan bantuan di satu agen tertentu viral, kini warga membuka fakta baru mengenai praktik pemotongan bantuan yang diduga telah berlangsung selama dua tahun terakhir.

Seorang warga berinisial I mengaku kecewa dengan kondisi tersebut dan menilai praktik pemaksaan serta dugaan pemotongan mencoreng pelayanan publik di tingkat desa.

“Jujur kami sebagai masyarakat kecewa jika itu terjadi. Ini memalukan, apalagi sampai ada dugaan intimidasi,” ujar I saat dikonfirmasi, Sabtu (8/11).

Baca Juga:  Korsleting Listrik Sebabkan Kebakaran Laundry, Satu Tewas

Ia menuturkan bahwa praktik pemotongan nominal bantuan bukan isu baru dan sudah lama menjadi pembicaraan antarwarga.

“Saya sudah mendengar praktik pemotongan itu sekitar dua tahun berjalan ini,” ungkapnya.

Menurut penjelasan I, besaran pemotongan bervariasi tergantung jenis bantuan. Ia menyebutkan bahwa bantuan PKH dipotong sekitar Rp30 ribu per penerima, sementara BPNT dipotong sekitar Rp40 ribu.

“Semoga ke depan tidak terjadi lagi. Kasihan warga kalau haknya masih dipotong,” lanjutnya.

Baca Juga:  Warga Pakondang Rubaru Diciduk Polisi, Diduga Produksi Bahan Peledak Ilegal di Rumahnya

Pernyataan I menambah daftar informasi yang memperkuat dugaan penyalahgunaan wewenang di Desa Galis. Sebelumnya, beredar voice note seorang perempuan yang diduga istri Kepala Desa Galis, berinisial F, yang mengarahkan penerima bantuan untuk mencairkan dana hanya di satu agen dan mengklaim memiliki kewenangan menghapus nama penerima.

Upaya konfirmasi langsung kepada F belum membuahkan hasil. Saat dihubungi Kamis malam, telepon sempat tersambung namun justru dijawab oleh suara seorang anak kecil.

“Nggak ada mama, ini HP-nya dipegang aku. Mama nggak ada, nanti aku bilang ke mama,” ujar anak tersebut dalam sambungan telepon.

Baca Juga:  Rukyatul Hilal Sumenep Hasil Nihil, Mendung Tutupi Langit

Sementara itu, Kepala Desa Galis, Akhmad Syafri Wiarda, juga belum memberikan respons terhadap pesan singkat maupun panggilan telepon dari media.

Hingga berita ini dipublikasikan, Dinas Sosial P3A Kabupaten Sumenep belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan praktik intimidasi maupun pemotongan bantuan. Publik kini menanti langkah investigasi lebih lanjut dari aparat terkait untuk memastikan hak-hak warga tetap terjamin.

Facebook Comments Box

Penulis : Novalia Ayu Nur Syafitri

Editor : Wasilatil Maghfirah

Sumber Berita: Redaksi

Berita Terkait

Pendamping PKH Sumenep Tegaskan Pemotongan Bantuan Ilegal
Voice Note Istri Kades Diduga Tekan Penerima Bansos
Layani Masyarakat Tampilkan Pelayanan Humanis di Satpas SIM
Satlantas Sumenep Sosialisasikan Program Pemutihan Pajak Kendaraan
Korsleting Listrik Sebabkan Kebakaran Laundry, Satu Tewas
100 Oknom Kasus BSPS Sumenep 2024 Diperiksa Kejati Jatim
Polsek Dungkek Gencarkan Program Ketahanan Pangan, Warga Diajak Manfaatkan Pekarangan
Kurangi Overcrowding, Rutan Sumenep Pindahkan Narapidana ke Lapas Arjasa

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 18:46 WIB

Pendamping PKH Sumenep Tegaskan Pemotongan Bantuan Ilegal

Sabtu, 8 November 2025 - 15:31 WIB

Dugaan Intimidasi PKH Galis Meluas, Pemotongan Bantuan Terungkap

Sabtu, 8 November 2025 - 14:23 WIB

Voice Note Istri Kades Diduga Tekan Penerima Bansos

Senin, 3 November 2025 - 13:30 WIB

Layani Masyarakat Tampilkan Pelayanan Humanis di Satpas SIM

Senin, 3 November 2025 - 11:39 WIB

Satlantas Sumenep Sosialisasikan Program Pemutihan Pajak Kendaraan

Berita Terbaru

Para wisudawan Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura merayakan kelulusan dengan penuh sukacita bersama pimpinan kampus pada prosesi wisuda yang berlangsung meriah dan tertib.

Pendidikan

Uniba Madura Gelar Wisuda Keempat Tahun Akademik 2025

Rabu, 10 Des 2025 - 20:13 WIB

Willy Aditya - Ketua Komisi XIII DPR RI

Nasional

Peringati Hari HAM, Willy Aditya Serukan Penegakan Keadilan

Rabu, 10 Des 2025 - 18:50 WIB